Vergil Ortiz Permalukan Israil Madrimov, Perpanjang Rekor Berhasil 23-0

Vergil Ortiz Jr mempermalukan eks juara dunia Israil Madrimov dengan mengumumkan dirinya petinju terbaik di Riyadh Season. Vergil Ortiz miliki sebuah pernyataan yang mana ingin disampaikan pada waktu menghadapi mantan juara kelas welter super, Israil Madrimov, setelahnya mantan juara ini kehilangan gelarnya di tempat bulan Agustus lalu dari Terence Crawford.
Vergil Ortiz yang digunakan berasal dari Texas menggarisbawahi instruksi yang disebutkan pada hari Sabtu, mengungguli Madrimov juga menunjukkan serangan impresif melalui jab kemudian pertahanannya untuk meraih kemenangan kebijakan mutlak dengan skor 117-111, 115-113, 115-113, di tempat Riyadh, Arab Saudi, Akhir Pekan (23/2/2025) dini hari WIB. ”Saya tahu bahwa saya adalah petarung yang mana lebih besar baik,” ujar Vergil Ortiz.
Vergil Ortiz Jr melanjutkan rekor menang menjadi 23-0 (21 KO) pasca ia mampu bertahan dari serangan awal Madrimov yang dimaksud menciptakan kedua mata Ortiz memerah pada ronde-ronde awal. “Saya ingin membuktikan bahwa saya adalah yang digunakan terbaik dan juga bahwa saya akan menyatakan ya pada semua orang,” ujar petinju berusia 26 tahun ini.
Sementara tiga juara divisi lainnya (Sebastian Fundora, Terence Crawford, Bakhram Murtazaliev) sedang menjalani pertandingan lain, Vergil Ortiz mempertahankan gelar kejuaraan temporer WBC-nya serta menjadi penantang paling tangguh di area divisi ini setelahnya mengalahkan petinju Uzbekistan, Madrimov, dengan catatan rekor 10-2-1 (7 KO). Madrimov baru sekadar kembali dari kekalahan bilangan bulat mutlak menghadapi juara empat divisi, Terence Crawford, pada tanggal 3 Agustus lalu, pada laga perebutan gelar kejuaraan kelas welter super WBA, sementara Ortiz menyusul sepekan kemudian dengan mengungguli Serhii Bohachuk lewat langkah mayoritas, pasca mengatasi dua knockdown di tempat Las Vegas.
Pergerakan Madrimov mendominasi ronde pertama, pada waktu ia mengungguli Ortiz yang digunakan bergerak progresif kemudian memerah matanya dengan sebagian besar serangan jab. Kemampuan menghindar juga pergerakan yang unggul itu menimbulkan Madrimov tetap saja memegang kendali pada ronde kedua, ketika Ortiz berada di dalam pojok ring lalu mendesaknya untuk menyarangkan jab.
Madrimov mendaratkan pukulan yang digunakan lebih tinggi efektif pada ronde ketiga, menghindari kekuatan Ortiz yang tersebut terkenal dan juga dengan cepat bergeser menjauh dari bahaya serta masuk ke pada tempat tinju. Ortiz merespons dengan berjuang melakukan penutupan jarak dan juga melegakan pukulan kanan, juga memberikan tekanan yang memulai pembangunan kariernya.
Madrimov semakin puas bertukar pukulan pada ronde kelima, juga Ortiz pun menurutinya, dengan sedikit lebih besar dekat di area melawan kanvas. Ortiz terus mendaratkan pukulan kuat yang mana lebih banyak baik pada ronde keenam, dimana ia mengungguli Madrimov dengan skor 20-5 pada ronde tersebut. “Saya tetap saja cerdas, sabar dan juga tenang,” kata Ortiz.
Sudut Madrimov mendesaknya untuk terus bergerak pada antara ronde-ronde lalu ia menemukan Ortiz di tempat awal ronde ketujuh, namun efektivitas Ortiz di bertahan lalu menyerang sangat mengesankan. Jab Ortiz yang mengalami perkembangan membawanya meraih kesuksesan pada ronde kedelapan, dimana ia menyarangkan pukulan kanan yang mana berbuah poin. “Saya bersemangat di tempat pada sana dikarenakan saya suka bertarung,” kata Ortiz.
Ortiz semakin ganas pada ronde kesembilan, mendaratkan rangkaian pukulan kanan yang dimaksud menyakitkan ke arah tubuh, juga menambahkan sebuah serangan ke arah kepala yang dimaksud brutal dan juga sebuah uppercut kanan keras ke arah wajah untuk menghentikan ronde tersebut. Keputusasaan Madrimov menjadikan ronde ke-10 sebagai yang dimaksud terbaik pada laga ini, ketika ia mendaratkan pukulan overhand kanan yang keras kemudian bertukar serangan dengan Ortiz ketika mereka saling mengurangi serta mendaratkan pukulan kuat.
Madrimov, yang dimaksud sadar bahwa ia kalah dari Crawford sebab ia kalah pada dua ronde terakhir pada bulan Agustus, mengurangi pukulan pada ronde ke-11, meskipun itu berarti ia harus menerima pukulan. Pada ronde ke-12, pasangan ini memenuhi hype laga mereka itu sebagai yang terbaik di kartu pertandingan ini, menunjukkan kesediaan mereka untuk terlibat pada waktu Crawford menyaksikan dari sisi ring.
Mungkin ini merupakan sebuah penghormatan bagi sang juara empat divisi yang hebat, yang tersebut akan menghadapi pertandingan di area bulan September melawan juara kelas menengah super Saul Canelo Alvarez, yang dimaksud dirancang oleh pialang tinju jika Arab Saudi, Turki Alalshikh, namun pada akhirnya akan turun ke kelas 69,8 kilogram. “Semua yang tersebut diberikan Turki terhadap saya, saya katakan ya,” kata Ortiz.






