Agit Kabayel Mike Tyson Eropa Habisi Zhang Zhilei di tempat Ronde 6

Petinju Agit Kabayel yang mana dijuluki Mike Tyson Eropa menghabisi Zhang Zhilei dalam ronde 6 pada pertarungan kelas berat pada Riyadh Season. Agit Kabayel melaju ke barisan terdepan untuk menantang juara dunia kelas berat Oleksandr Usyk ketika ia menggertak Zhang Zhilei hingga kalah pada ronde keenam dalam Riyadh, Arab Saudi, bahkan ia sempat tergelincir di dalam sedang laga.
Selain momen pada ronde kelima, ketika Agit Kabayel jatuh dari pukulan kiri, sebagian besar pertandingan berlangsung berat sebelah lantaran permasalahan stamina Zhang kembali disorot dalam Riyadh, Mingguan (23/2/2025) dini hari WIB. Kedua petarung ini mempunyai pengalaman berlaga di area Arab Saudi sebelumnya, kemudian penampilan yang mana dianggap lebih lanjut baik dari petinju Jerman, Kabayel, yang dimaksud mampu mematahkan rekor tak terkalahkan Arslanbak Makhmudov lalu Frank Sanchez melalui KO di area sana, membuatnya menjadi sedikit lebih banyak diunggulkan ketika menghadapi Zhang.
Namun, semata-mata sedikit yang mana dapat menegaskan bagaimana laga ini akan berlangsung. Zhang, bagaimanapun juga, mungkin saja telah terjadi kalah pada tindakan yang dimaksud ketat dari Joseph Parker – tangki bensinnya terbukti menjadi batu kriptonya – namun ia kemudian kembali untuk memukul jatuh Deontay Wilder. Petinju veteran jika Cina ini juga dapat membanggakan dua kemenangan melawan Joe Joyce, lalu bahkan kekalahan kontroversial dari Filip Hrgovic menunjukkan pengalamannya yang mana lebih tinggi unggul di area tingkat dunia.
Kabayel, kemungkinan besar merupakan tanda awal dari keunggulannya di stamina, berlari menuju ring, berbeda dengan Zhang, yang dimaksud berusia hampir 42 tahun dan juga miliki berat badan 130 kg, yang tersebut berjalan perlahan menuju arena pertandingan. Zhang, sang veteran bertangan besi, mencoba mengambil kendali dengan jab juga tinju kiri pada ronde pembuka, dan juga berani mendaratkan hook kanannya yang digunakan kerap terlupakan, sementara Kabayel, yang digunakan memilih untuk mengitari ring lalu melontarkan pukulan ke arah lawannya.
Namun, petinju Jerman itu memulai pembukaan kedua dengan lebih banyak agresif. Bagian sedang tubuh Zhang tetap saja menjadi sasaran pilihan Kabayel, serta epidermis pada perut Zhang nampak memerah ketika ia kembali ke melawan kanvas. Zhang mengikuti tren yang disebutkan pada ronde ketiga, dengan melayangkan pukulan ke arah bawah. Namun, setelahnya menerima tiga pukulan ke arah tubuhnya sendiri lalu sebuah hook kanan ke arah atas, pria yang lebih lanjut tua sembilan tahun ini menghembuskan napas panjang untuk pertama kalinya. Kabayel, bahkan pada waktu menghadapi pria yang sangat jauh lebih tinggi besar serta lebih besar tinggi, masih bertahan pada sedang ring.
Kabayel, 26-0 (18 KO), semakin meningkat pada ronde keempat, dan juga Zhang, yang mana jelas-jelas kelelahan, berupaya menggagalkan serangan lawannya dengan membuka sarung tinjunya lalu menggunakan telapak tangannya untuk memukul kening mantan juara Eropa itu. Pelanggaran yang disebutkan berujung pada peringatan keras dari wasit Mark Lyson.
Kabayel terus progresif pada ronde kelima, namun dengan rivalnya yang terlihat kelelahan lalu terpukul pasca menerima pukulan bertubi-tubi, Zhang mencetak poin dengan pukulan kiri, juga sang penyerang pun terjungkal ke melawan kanvas. Kabayel yang tersebut berusia 32 tahun itu, dengan mata jernih, kembali berdiri serta bertahan dari serangan berikutnya. Pada akhir ronde, sekali lagi Kabayel yang digunakan mengatur ritme.
Satu menit memasuki ronde berikutnya, Zhang mendadak tergelincir lalu terlihat sangat kesakitan, dua hook kiri ke arah tubuhnya membuatnya terjatuh. Lyson, yang digunakan mengira Zhang akan terjatuh, memisahkan kedua petinju untuk sementara waktu, namun tak lama kemudian Kabayel kembali berada di dalam atas. Zhang, 27-3-1 (22 KO), berlumuran darah dan juga memar, dan juga mulutnya terbuka lalu mencoba keras untuk menghirup oksigen. Namun, ia tak dapat menemukannya.
Sebuah hook kanan yang dimaksud keras masuk ke pada perut Zhang. Dengan cepat, pukulan kiri ke arah ulu hati disusul, juga pria tua itu pun tergelincir ke berhadapan dengan kanvas lalu bukan dapat melanjutkan laga. Laga ini berakhir pada menit 2:29 ronde keenam.
Meskipun pertarungan ini berlangsung belaka dua bulan setelahnya Usyk mengalahkan Tyson Fury untuk mempertahankan gelar kejuaraan juara dunia kelas berat WBC, bersatu dengan dua gelar kejuaraan juara dunia lainnya, organisasi yang disebutkan merasa perlu untuk memberikan gelar kejuaraan sementara untuk kontes ini. Jika kita memilih untuk memperhatikan kekacauan tersebut, sembilan bulan setelahnya Usyk mengalahkan Fury untuk pertama kalinya untuk mendapatkan status yang mana tak terbantahkan, Kabayel sekarang mengambil tempat sebagai salah satu dari lima petinju kelas berat yang digunakan mempunyai penghargaan juara dunia.






