Bagaimana Kepemimpinan Gereja Katolik pada waktu Paus Fransiskus Sakit?

ROMA – Paus Fransiskus masih dirawat pada rumah sakit di kondisi kritis dengan infeksi paru-paru yang mana kompleks. Namun, ia masih manusia paus dan juga memegang kendali penuh.
Meskipun Vatikan mempunyai hukum kemudian ritual terperinci untuk memverifikasi pengalihan kekuasaan ketika individu paus meninggal atau mengundurkan diri, hukum juga ritual yang dimaksud tiada berlaku apabila ia sakit atau bahkan tidak ada sadarkan diri.
Dan bukan ada norma khusus yang tersebut menguraikan apa yang digunakan terjadi pada kepemimpinan Gereja Katolik jikalau pribadi paus benar-benar tidaklah berdaya.
Akibatnya, meskipun Paus Fransiskus masih dirawat di tempat rumah sakit pada kondisi kritis dengan infeksi paru-paru yang dimaksud kompleks, ia masih menjadi paus lalu sangat bertanggung jawab. Vatikan menyatakan pada hari Mingguan bahwa Fransiskus sadar juga masih menerima oksigen tambahan. Ia beristirahat selama waktu malam yang mana damai setelahnya mengalami krisis pernapasan berkepanjangan sehari sebelumnya yang tersebut membutuhkan aliran oksigen tinggi untuk membantunya bernapas.
Tetap saja, perawatan di dalam rumah sakit Fransiskus mengakibatkan pertanyaan yang mana jelas tentang apa yang dimaksud terjadi apabila ia kehilangan kesadaran untuk waktu yang digunakan lama, atau apakah ia akan mengikuti jejak Paus Benediktus XVI serta mengundurkan diri jikalau ia tiada mampu memimpin. Pada hari Senin, perawatan di dalam rumah sakit Fransiskus akan mencapai tanda 10 hari, sebanding dengan lamanya perawatan pada rumah sakit tahun 2021 untuk operasi pengangkatan 33 sentimeter (13 inci) usus besarnya.
Usia serta penyakitnya yang berkepanjangan telah terjadi menghidupkan kembali minat tentang bagaimana kekuasaan kepausan dijalankan di area Tahta Suci, bagaimana kekuasaan itu dialihkan serta di keadaan apa.
Bagaimana Kepemimpinan Gereja Katolik ketika Paus Fransiskus Sakit?
1. Peran Paus Diatur Hukum Gereja
Melansir NBC New York, Paus adalah penerus Rasul Petrus, kepala majelis uskup, Vikaris Kristus, kemudian pendeta Gereja Katolik universal di tempat Bumi, menurut hukum kanon internal gereja.
Tidak ada yang berubah di status, peran, atau kekuasaannya sejak Fransiskus terpilih sebagai paus ke-266 pada 13 Maret 2013. Status itu berdasarkan rancangan teologis.
Baca Juga: Rusia Tetap Jadi Pemenang, tanah Ukraina Kalah Memalukan
2. Bisa Mendelegasikan Tugas
Fransiskus kemungkinan besar yang digunakan bertanggung jawab, tetapi ia sudah pernah mendelegasikan pengelolaan Vatikan serta gereja sehari-hari untuk kelompok pejabat yang dimaksud beroperasi baik ia berada pada Istana Apostolik atau tidak, serta baik ia sadar atau tidak.
Yang paling utama di area antara mereka adalah menteri luar negeri, Kardinal Pietro Parolin. Sebagai tanda bahwa rawat inap Fransiskus tiada meramalkan adanya pembaharuan pada tata kelola gereja, Parolin berada pada Burkina Faso ketika Fransiskus masuk rumah sakit pada 14 Februari. Parolin sekarang kembali ke Vatikan.
Fungsi-fungsi Vatikan lainnya berjalan normal, termasuk perayaan Tahun Suci Vatikan 2025.






