Biodata kemudian Agama Sean Strickland, Petarung UFC yang tersebut Murka Dikritik Pelatihnya

Mantan juara kelas menengah UFC, Sean Strickland , berada dalam menjadi sorotan pasca pelatihnya, Eric Nicksick, melontarkan kritik tajam terhadap penampilannya dalam UFC 312. Kritik yang dimaksud disampaikan secara terbuka itu menciptakan Strickland marah serta menuai reaksi dari komunitas MMA. Namun, pasca tambahan dari seminggu, Nicksick akhirnya menarik kembali pernyataannya lalu mengakui kesalahannya.
Strickland kalah pada pertarungan perebutan sabuk juara kelas menengah melawan Dricus du Plessis di tempat UFC 312 pada 9 Februari 2025. Setelah kekalahan tersebut, Eric Nicksick mengungkapkan bahwa Strickland perlu mengevaluasi kembali metode latihannya. Namun, kritik ini bukan diterima dengan baik oleh Strickland maupun komunitas MMA.
Dalam sebuah wawancara di tempat podcast Verse Us, Nicksick mengaku bahwa kritik yang digunakan ia ungkapkan pada depan umum merupakan kesalahan besar. “Saya seharusnya lebih lanjut tahu. Saya mengacau. Saya memproduksi kesalahan perhitungan dengan menerima tawaran tampil dalam acara itu,” ujarnya, dikutipkan dari GiveMeSport pada Kamis (20/2/2025). Meskipun masih menganggap kritiknya akurat, ia juga mengakui bahwa kesalahan tidak cuma ada pada Strickland, tetapi juga pada pasukan kepelatihan.
Strickland dikenal sebagai petarung dengan gaya bertarung agresif yang mengandalkan pertahanan solid juga serangan kombinasi yang digunakan presisi. Ia juga pernah menjuarai King of the Cage Middleweight Championship sebelum berkarier di dalam UFC.
Agama Sean Strickland
Strickland bukan pernah secara terbuka mendiskusikan keyakinan agamanya. Namun, berdasarkan wawancara-wawancara terdahulu, ia lebih banyak dikenal sebagai seseorang yang tersebut mempunyai pandangan independen terhadap keberadaan serta tidak ada menonjolkan aspek spiritual di perjalanannya sebagai petarung.
Masa Kecil Penuh Ketegangan
Strickland bertambah di lingkungan keluarga yang penuh kekerasan di dalam Corona, California. Ia mengalami pelecehan fisik dan juga mental dari ayahnya, yang tersebut bahkan sempat ia serang dengan gitar demi melindungi ibunya. Setelah kejadian itu, ia melaporkan ayahnya ke polisi, tetapi sang ayah segera dibebaskan setelahnya ibunya membayar jaminan.
Pada masa remajanya, Strickland sempat terpengaruh oleh ideologi ekstrem yang dimaksud dianut kakeknya. Namun, setelahnya bergabung dengan gym MMA, ia mulai bergaul dengan berbagai etnis dan juga menyadari bahwa pandangan yang dimaksud keliru. “Saat saya mulai berlatih, saya berpikir, ‘Sial, saya tidak ada membenci siapa pun. Semua orang baik-baik saja.’ Banyak orang yang tersebut membantu saya di hidup ini bukanlah orang epidermis putih,” ungkapnya pada sebuah wawancara.
Karier Strickland pada UFC
Strickland memulai debutnya di dalam UFC pada Maret 2014 dengan kemenangan melalui kuncian rear-naked choke. Sejak pada waktu itu, ia terus mengalami perkembangan hingga akhirnya meraih puncak kejayaan pada 10 September 2023, ketika ia mengalahkan negeri Israel Adesanya dan juga menjadi juara kelas menengah UFC. Kejayaan ini dianggap sebagai kejutan besar, mengingat Adesanya adalah favorit utama di pertandingan tersebut.
Namun, penghargaan yang disebutkan cuma bertahan hingga Januari 2024 pasca ia kalah pada duel ketat melawan Dricus du Plessis dalam UFC 297. Kekalahan itu membuatnya berambisi untuk kembali ke puncak, meskipun harus menghadapi tantangan besar dari lawan-lawan kuat di area divisi kelas menengah.
Meski mengalami kekalahan di dua pertarungan melawan du Plessis, Strickland tetap memperlihatkan menjadi salah satu petarung paling menarik dalam UFC. Dengan gaya bertarung yang dimaksud mengandalkan Philly Shell guard lalu ketahanan luar biasa, ia masih berpotensi untuk kembali merebut gelar kejuaraan juara.
Biodata Sean Strickland
Nama Lengkap: Sean Thomas Strickland
Tanggal Lahir: 27 Februari 1991
Tempat Lahir: Corona, California, Amerika Serikat
Kebangsaan: Amerika Serikat
Tinggi Badan: 185 cm
Berat Badan: 84 kg (kelas menengah UFC)
Rekor MMA Profesional: 29 kemenangan – 6 kekalahan (per Februari 2025)
Organisasi: Ultimate Fighting Championship (UFC)






