Mukti Juharsa Promosi Irjen, Ini adalah 4 Kiprahnya Berantas Narkoba Jaringan Internasional

JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Mukti Juharsa resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih besar tinggi dari brigjen menjadi irjen . Kenaikan resmi ini usai Upacara Korps Raport, Akhir Pekan (30/5/2025).
Mukti menjadi satu dari 38 perwira menengah (pamen) dan juga perwira tinggi (pati) Polri yang tersebut menerima kenaikan pangkat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo . Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyampaikan pemberian kenaikan pangkat itu sebagai bentuk komitmen Kapolri terhadap personil yang berdedikasi.
Usai kenaikan pangkat itu, Mukti akan menempati sikap baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Level 1 Sespim Lemdiklat Polri. Posisinya sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri akan digantikan Brigjen Eko Hadi Santoso.
Selama masa kepemimpinannya, Mukti tercatat kerap membongkar bandar-bandar narkotika baik yang tersebut ada pada pada negeri maupun jaringan internasional. Berikut banyak pengungkapan bandar besar narkotika yang digunakan dipimpin Mukti.
1. Jaringan Internasional Fredy Pratama
Pengungkapan paling menghebohkan yang digunakan terjadi selama Mukti menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yakni terkait bandar besar narkotika jaringan internasional Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova.
Pada September 2023, Mukti lalu jajarannya berhasil menyita total 10,2 ton sabu yang digunakan terafiliasi jaringan Fredy pada Indonesia selama periode 2020-2023. Fredy diketahui merupakan gembong utama yang mana mengendalikan peredaran narkoba di area 14 provinsi dari Negara Thailand.
Hingga Mei 2024, Bareskrim Polri berhasil menyita sebagian aset milik jaringan Fredy Pratama senilai Rp432,2 miliar yang dimaksud terdiri dari uang tunai, aset tanah lalu bangunan hingga perhiasan dan juga kendaraan mewah. Dalam tindakan hukum ini sedikitnya ada 60 kaki tangan Fredy Pratama yang dimaksud berhasil ditangkap dan juga diproses hukum.
2. Jaringan Hydra di dalam Bali
Kemudian pada periode Mei 2024, Mukti juga jajarannya kembali mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di tempat wilayah Bali. Pengungkapan diadakan pada sebuah clandestine lab jaringan ‘Hydra’ yang tersebut dioperasikan oleh Warga Negara Mancanegara (WNA).
Jaringan Hydra itu menghasilkan lab pabrik produksi ganja hidroponik di tempat sebuah basement vila dalam wilayah Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Dalam persoalan hukum ini, Bareskrim Polri berhasil menangkap seluruh pelaku termasuk aktor intelektual Roman Nazrenco yang mana sempat melarikan diri ke Thailand.
Selama beroperasi, jaringan itu diketahui mempunyai modus tertentu dengan menempelkan stiker di tempat beberapa sudut jalan dalam kawasan Bali sebagai kode untuk bertransaksi narkoba. Mereka juga memasarkan ganja dengan modus menggunakan jaringan Hydra Indonesia atau Darknet Wadah 2 Roads.






