eksekutif Amerika Serikat Siagakan Alat Detektor kebohongan untuk Karyawannya

JAKARTA – Departemen Keselamatan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) menggunakan tes poligraf pada petugasnya untuk mendeteksi kebocoran informasi internal.
BACA JUGA – Mahasiswa Unair Raih Medali Emas IICYMS Berkat Alat Deteksi Kebohongan
Menteri Security Dalam Negeri Kristi Noem mengungkapkan untuk jaringan televisi CBS pada hari Minggu.
Media lokal sebelumnya melaporkan pemakaian tes untuk mendeteksi kebohongan.
Namun, ia tidaklah mengungkapkan jumlah total petugas yang digunakan terlibat di uji coba tersebut, demikian laporan Kantor Berita Jerman dpa.
Noem mengklaim bahwa dua petugas dari departemen yang disebutkan membocorkan informasi rahasia tentang operasi polisi yang digunakan akan datang, sehingga mengancam keselamatan serta nyawa petugas penegak hukum.
Kedua individu yang dimaksud saat ini menghadapi tuntutan juga dapat dijatuhi hukuman hingga 10 tahun penjara.
Ia menekankan bahwa departemennya akan terus menggunakan tes poligraf untuk menyelidiki kebocoran informasi di area di departemennya.
Kantor Noem juga menahan kemudian mendeportasi imigran ilegal atau mereka itu yang dimaksud terlibat pada pelanggaran pidana.
- Kastil Berusia 640 Tahun Ditemukan di area Bawah Bangunan Hotel
- Jerman Ciptakan Teknologi yang digunakan Diklaim Bisa Hidupkan Orang Mati






