Profil Sayed Mohammed Jaffer: Kiper Bahrain yang Ketar-Ketir dengan Perkembangan Timnas Indonesia

Penjaga gawang legendaris Timnas Bahrain , Sayed Mohammed Jaffer, disorot mendekati laga Kualifikasi Piala Planet 2026 Zona Asia. Dengan performa impresif Timnas Indonesia, kiper berusia 39 tahun ini mengakui bahwa menghadapi Skuad Garuda sekarang ini sebanding sulitnya seperti melawan Jepang.
Timnas Bahrain akan menjalani dua pertandingan krusial di dalam Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 . Setelah menghadapi Negeri Sakura pada 20 Maret 2025, dia harus bertandang ke Indonesia lima hari kemudian. Kedua laga ini sangat penting bagi Bahrain, yang tersebut ketika ini mengoleksi enam poin—jumlah yang mirip dengan Indonesia, tetapi kalah pada selisih gol.
Jaffer tidaklah menutupi kegelisahannya terhadap performa Timnas Indonesia yang tersebut semakin berprogres pesat di tempat bawah asuhan Patrick Kluivert. Ia menyadari bahwa menghadapi Negeri Sakura maupun Indonesia akan menjadi ujian berat bagi Bahrain.
“Ini akan menjadi dua pertandingan yang tersebut sulit, tetapi kami tahu bagaimana mengatasinya. Kami harus berjuang kemudian bermain untuk kesempatan kami,” kata Jaffer, dikutipkan dari Gulf Daily News (GDN).
“Kami tahu Negeri Sakura adalah regu yang digunakan sangat besar; merekan hampir lolos lalu ingin menjamin kemenangan melawan kami, tetapi kami akan melakukan yang mana terbaik,” lanjutnya.
Jaffer merupakan pemain dengan jumlah agregat penampilan terbanyak pada sejarah Timnas Bahrain. Ia memulai karier profesionalnya dengan Malkiya sebelum bergabung dengan Muharraq pada 2007, klub yang mana masih dibelanya hingga pada waktu ini.
Sejak debutnya di area timnas pada 2004, Jaffer sudah pernah mencatatkan 163 caps. Salah satu momen terbaiknya adalah ketika mengatur Bahrain meraih peringkat pertama dalam Gulf Cup of Nations 2019 serta WAFF Championship 2019. Ia juga pernah dianugerahi Kiper Terbaik WAFF Championship 2014.
Di level klub, Jaffer turut menyebabkan Muharraq meraih dua penghargaan AFC Cup (2008, 2021) dan juga beberapa trofi Turnamen Bahrain. Pengalaman panjangnya menjadikannya sosok penting di skuad nasional, meskipun sekarang ia mulai menghadapi tantangan dari generasi yang mana lebih besar muda.
Meskipun menyadari tantangan berat yang ada, Jaffer masih optimistis Bahrain dapat bersaing di perebutan tiket ke Piala Global 2026. Namun, dengan kebangkitan Timnas Indonesia, jalan menuju impian yang disebutkan bukan akan mudah.
“Kami akan berjuang dan juga mencoba mendapatkan keuntungan dari pertandingan ini,” tegasnya.
Bahrain sekarang ini harus bersiap menghadapi ancaman besar dari Indonesia yang dimaksud terus berkembang, dengan kombinasi pemain naturalisasi serta talenta muda berbakat. Bagi Jaffer, pertandingan melawan Indonesia tidak lagi sekadar laga biasa—ini adalah ujian sesungguhnya bagi kiprahnya sebagai kiper utama Bahrain di area usia yang digunakan semakin menua.






