Apakah gigi bungsu harus dicabut? Hal ini jawabannya

Ibukota Indonesia – Apakah Anda pernah merasakan nyeri tak tertahankan pada bagian belakang mulut? Bisa jadi itu tanda bahwa gigi bungsu Anda sedang tumbuh.
Saat gigi bungsu tumbuh, prosesnya seringkali menyebabkan rasa sakit yang digunakan tak mampu dianggap enteng. Ketika momen itu terjadi, pertanyaan yang mana kerap muncul adalah apakah gigi bungsu harus dicabut? atau dibiarkan sekadar untuk tumbuh?
Apa Itu gigi bungsu?
Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga yang mana meningkat paling akhir di tempat bagian belakang rahang, baik menghadapi maupun bawah. Karena bertambah terakhir, gigi bungsu banyak kali mengalami kesulitan mendapatkan ruang yang dimaksud cukup sehingga dapat menyebabkan rasa sakit yang digunakan mengganggu.
Rasa sakit yang tersebut dihasilkan yang dimaksud biasa disebut dengan istilah impaksi. Impaksi gigi bungsu bahkan bisa jadi menyebabkan rasa nyeri yang mana mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apakah gigi bungsu harus dicabut?
Gejala lalu komplikasi akibat tumbuhnya gigi bungsu dapat terjadi pada usia berapa pun, namun umumnya sekitar 17-25 tahun. Bahkan di beberapa kasus, gigi bungsu dapat berkembang di tempat usia yang dimaksud lebih lanjut dewasa lagi, seperti di tempat usia 40 tahun ke atas.
Gigi bungsu harus dicabut apabila pertumbuhannya terhambat atau yang digunakan dikenal sebagai impaksi gigi. Impaksi terjadi ketika gigi bungsu tak mempunyai cukup ruang untuk berkembang lalu pergi dari dari gusi dengan sempurna, sehingga dapat memunculkan infeksi atau komplikasi lainnya.
Jika gigi bungsu berkembang normal tanpa menyebabkan nyeri atau gangguan lain, maka pencabutan tiada diperlukan. Namun, pasien tetap saja perlu menjaga kebersihan mulut dengan baik, menggunakan benang gigi, juga berkumur dengan air garam untuk menghindari infeksi.
Masalah yang dimaksud dapat terjadi pada gigi bungsu
Ukuran rahang manusia menjadi lebih lanjut kecil dari waktu ke waktu. Beberapa ilmuwan percaya bahwa otak manusia meningkat lebih tinggi besar, sehingga rahang menjadi lebih lanjut kecil untuk menampung ruang. Hal ini memproduksi gigi bungsu banyak kali tidaklah miliki cukup ruang untuk berkembang dengan benar.
Gejala tumbuhnya gigi bungsu
Gigi bungsu yang digunakan belum berkembang melalui gusi disebut gigi impaksi. Kadang-kadang, kondisi ini menyebabkan tambahan berbagai kesulitan daripada gigi bungsu yang dimaksud telah berkembang sepenuhnya. Salah satu permasalahan yang tersebut banyak terjadi adalah infeksi, lantaran sikap gigi bungsu yang mana sulit dijangkau menyulitkan flossing dan juga memungkinkan bakteri tumbuh biak.
Beberapa gejala infeksi gigi bungsu meliputi:
- Gigi nyeri atau sensitif
- Gusi lunak atau bengkak
- Gusi merah atau berdarah
- Bau mulut
- Rasa tidaklah enak di tempat mulut
- Sakit rahang
- Pembengkakan rahang
- Kesulitan bernapas, membuka mulut, atau berbicara
Gigi bungsu yang digunakan meningkat normal tanpa penyulit biasanya cuma menyebabkan keluhan selama 1-2 minggu. Namun, jikalau ruang gusi terbatas, kondisi ini bisa jadi menyebabkan impaksi gigi bungsu yang digunakan lebih lanjut serius.
Apakah gigi bungsu berbahaya?
Saat gigi bungsu baru mulai meningkat di area usia dewasa, tulang rahang kemudian gusi sudah ada tumbuh dengan kuat, dan juga 28 gigi lainnya telah terjadi menempati lengkung gigi. Oleh sebab itu, gigi bungsu kerap kali sulit bertambah dengan lurus serta menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:
- Menekan juga menggalakkan gigi di dalam sebelahnya, menyebabkan maloklusi dan juga gigi berlubang
- Infeksi lokal yang digunakan menyebabkan pembengkakan, nyeri, kemudian abses
- Kista rahang yang tersebut dapat merusak tulang serta saraf
- Peradangan gusi yang mengganggu kemampuan bicara serta makan
- Tekanan pada saraf yang menyebabkan berakhir rasa pada sebagian wajah
Perawatan gigi bungsu
Ada beberapa langkah perawatan yang tersebut dapat diadakan apabila nyeri pada peningkatan gigi bungsu kambuh, berikut di dalam antaranya:
- Berkumur dengan air garam: Larutkan setengah sendok teh garam di air hangat dan juga berkumurlah 3-4 kali sehari untuk mengempiskan pembengkakan juga membersihkan area gigi bungsu.
- Mengompres dengan es batu: Tempelkan es batu pada rahang selama 15-20 menit untuk meredakan nyeri lalu bengkak.
- Berkumur dengan obat kumur: Gunakan obat kumur yang dimaksud mengandung chlorhexidine untuk menurunkan bakteri dan juga nyeri.
- Minum obat pereda nyeri: Jika nyeri tak tertahankan, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas atau konsultasikan dengan dokter gigi.
Kesimpulan
Tidak semua gigi bungsu harus dicabut. Jika gigi bungsu berkembang dengan normal kemudian bukan memunculkan gangguan, maka tidaklah ada alasan untuk mencabutnya. Namun, apabila gigi bungsu mengalami impaksi, menyebabkan infeksi, atau menyebabkan rasa nyeri yang digunakan mengganggu, pencabutan menjadi solusi terbaik untuk mengurangi komplikasi yang digunakan lebih lanjut serius.






