Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim surat untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei, yang digunakan mendesak perundingan untuk mengurangi negara itu mengembangkan senjata nuklir.
Trump menekankan preferensinya untuk diplomasi daripada tindakan militer pada suratnya pada hari Rabu, menurut pratinjau wawancaranya dengan Fox Business Network.
“Ada dua cara untuk menangani Iran: secara militer, atau Anda menimbulkan kesepakatan,” ujar dia.
“Saya katakan saya harap Anda akan bernegosiasi akibat itu akan jarak jauh lebih besar baik bagi Iran,” papar Trump, yang dimaksud menggarisbawahi bahwa beliau tiada “berusaha menyakiti” Iran.
Presiden Amerika Serikat yang disebutkan menyarankan beliau dapat memproduksi kesepakatan yang dimaksud akan “sama baiknya dengan apabila Anda menang secara militer.”
Dia mengungkapkan “alternatif lain” adalah dia harus melakukan “sesuatu”, dikarenakan “Anda tak dapat membiarkan merekan mempunyai senjata nuklir,” kemudian mendesak Teheran bahwa tindakan militer akan menjadi “hal yang digunakan mengerikan” bagi mereka.
Iran bukan segera mengomentari surat yang disebutkan atau usulan Trump.
Awal pekan ini, Rusia menyatakan telah dilakukan setuju membantu Trump bekerja sebanding dengan Iran terkait acara nuklirnya.
Komentar Trump muncul pada berada dalam sinyal beragam dari pemerintahannya tentang Iran. Meskipun beliau telah dilakukan berjanji memulihkan “tekanan maksimum” pada Teheran, ia juga menyerukan “perjanjian perdamaian nuklir yang mana terverifikasi.”
AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018, selama masa jabatan pertama Trump, dengan memberlakukan sanksi agresif juga mengisolasi Iran.
Bulan lalu, Khamenei menyatakan terlibat dengan Amerika Serikat secara diplomatis adalah sia-sia, menekankan negosiasi “tidak berdampak pada penyelesaian hambatan negara.”






