Jejak Dokter Usman Sajjad di tempat Kasus Doping Conor Benn: Batal Lawan Chris Eubank Jr

Mantan dokter pasukan Conor Benn , Usman Sajjad, dilaporkan sedang pada penyelidikan oleh General Medical Council (GMC) setelahnya sebelumnya masuk daftar hitam oleh British Boxing Board of Control (BBBC). Investigasi ini sudah berlangsung selama enam bulan, belaka satu bulan pasca BBBC melarang penyelenggaraan dokumen medis dari Dr. Sajjad. Seperti apa jejak kasusnya?
Menurut laporan Mail Sport, BBBC sebelumnya sudah pernah mengingatkan bahwa Dr. Sajjad tak terdaftar sebagai dokter yang mana diakui oleh badan tinju Inggris. Keputusan ini diambil pasca muncul dugaan keterlibatannya dengan juara super-bantamweight Dennis McCann, yang tersebut terkena skorsing akibat persoalan hukum doping.
Jejak Dr. Sajjad di Kasus Doping Benn
Nama Dr. Sajjad sudah ada menjadi perhatian sejak 2022, pada waktu Conor Benn gagal pada dua tes doping menjauhi pertarungan melawan Chris Eubank Jr. Benn dinyatakan bersih dari kesalahan oleh National Anti-Doping Panel pada November lalu, tetapi hingga pada masa kini belum mampu menjelaskan mengapa zat terlarang clomiphene terdeteksi pada tubuhnya. Awalnya, Benn berdalih bahwa zat itu berasal dari telur yang tersebut terkontaminasi.
Kini, pasca 30 bulan, duel antara Benn lalu Eubank Jr akhirnya dijadwalkan ulang pada April 2025 mendatang. Dalam konferensi pers peluncuran pertarungan, Eubank Jr mengejek Benn dengan menampar pipinya menggunakan telur mentah sebagai sindiran berhadapan dengan alasan yang pernah diberikan Benn terkait perkara dopingnya.
Menurut laporan terbaru dari The Times, GMC telah terjadi menetapkan tujuh persyaratan sementara bagi Dr. Sajjad selama proses penyelidikan berlangsung. Di antaranya, ia tidaklah boleh meresepkan obat untuk dirinya sendiri atau individu yang mana miliki hubungan pribadi dengannya, juga harus mendapatkan izin dari GMC sebelum bekerja di area luar sistem layanan kemampuan fisik nasional (NHS). Selain itu, ia juga wajib diawasi oleh supervisor klinis pada semua pekerjaannya.
Sumber menyebutkan bahwa Dr. Sajjad telah dilakukan pada pengawasan GMC sejak Agustus tahun lalu—enam bulan sebelum McCann dinyatakan positif menggunakan steroid pada Desember. Sementara itu, Dr. Sajjad juga dikaitkan dengan perusahaan terapi pengganti testosteron yang dimaksud beroperasi di area Inggris dan juga Dubai. Seorang mantan kliennya mengaku bahwa ia pernah diberikan clomiphene oleh Dr. Sajjad pada tahun 2022.
Dr. Sajjad diketahui pernah mengklaim miliki hubungan dengan beberapa petinju ternama, termasuk Tyson Fury. Meskipun ia tidak ada secara secara langsung dituduh melakukan kesalahan pada perkara ini, perannya pada dunia tinju terus menjadi sorotan. Bahkan, pada sebuah podcast sebelum bekerja dengan Benn, ia mengungkapkan bahwa ‘80 hingga 90 persen’ petinju elite menggunakan doping. Ia juga menjelaskan bagaimana pribadi petinju bisa saja mengonsumsi testosteron yang digunakan bekerja cepat pasca jendela tes doping ditutup pada pukul 23.00 dan juga menghilangkan jejaknya sebelum tes kembali dibuka keesokan harinya.
Pada 2022, pengacara Dr. Sajjad, Scott Ewing, pernah menyatakan untuk Mail Sport bahwa kliennya bukan terlibat pada penyediaan obat peningkat performa bagi atlet. Meski begitu, ia memilih untuk mengurangi registrasinya di dalam BBBC pada tahun yang dimaksud sama, tepat ketika keterlibatannya dengan Benn mulai diawasi ketat.
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, dunia tinju pada saat ini menantikan kejelasan mengenai peran Dr. Sajjad lalu dampaknya terhadap para petinju yang pernah bekerja dengannya. Sementara itu, pertarungan antara Conor Benn lalu Chris Eubank Jr tetap saja menjadi jadwal utama yang dimaksud ditunggu oleh para penggemar.






