Bisnis

Wamen ESDM pastikan BBM, LPG, kemudian listrik aman jelang Ramadhan

Kami mengawasi dengan adanya cuaca yang ekstrim, jangan sampai terjadi kelangkaan BBM di area daerah-daerah, khususnya yang digunakan terkait dengan pelaksanaan kegiatan selama Idul Fitri

Jakarta – Wakil Menteri Energi lalu Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan keamanan pasokan unsur bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), lalu kelistrikan menjauhi Ramadhan juga Idul Fitri (RAFI).

"Secara umum, kalau kita lihat dari sisi pasokan kelistrikan, BBM, lalu LPG, secara nasional relatif aman,” ucap Yuliot di Rapat Kerja dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) di tempat Gedung DPR RI Jakarta, Rabu.

Yuliot menuturkan bahwa biasanya, Kementerian ESDM membentuk posko pemantauan ketersediaan energi, baik BBM, LPG, hingga memantau peluang atau mitigasi risiko bencana geologi.

Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM aman, baik bensin (gasoline), solar (gasoil), dan juga avtur, dengan ketahanan stok dijaga antara 18–20 hari. Kementerian ESDM juga memperkirakan peningkatan konsumsi harian BBM selama Hari Raya Idul Fitri, yakni Pertalite hingga 11,4 persen, Pertamax 16,9 persen, juga penurunan konsumsi Biosolar 13,4 persen.

Sementara untuk avtur diperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi sebesar 5,6 persen dibandingkan dengan konsumsi normal.

Kementerian ESDM juga melakukan konfirmasi keandalan stok BBM hingga ke wilayah terpencil di dalam pulau-pulau kecil. Pengembangan stok BBM diadakan sejak H-14 Idul Fitri di area Terminal BBM maupun penyalur.

BBM juga dipastikan tersedia pada sepanjang jalur mudik, khususnya pada jalan tol lalu nontol, baik di area Jawa maupun luar Jawa.

"Kami mengamati dengan adanya cuaca yang mana ekstrim, jangan sampai terjadi kelangkaan BBM di tempat daerah-daerah, khususnya yang mana terkait dengan penyelenggaraan kegiatan selama Idul Fitri," kata Yuliot.

Untuk stok LPG nasional juga berada di kondisi aman, di dalam mana coverage days rata-rata 15,2 hari. Kondisi stok ini dipertahankan tetap saja stabil selama periode RAFI. Kementerian ESDM lalu Pertamina menyiagakan 32 terminal LPG, 731 stasiun pengisian serta pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), dan juga 6.517 Agen LPG.

Untuk pasokan listrik, secara umum juga diprediksi pada kondisi aman. Diproyeksikan pada 31 Maret 2025 mendatang, atau hari pertama Idul Fitri, beban puncak (BP) sebesar 33.517 Megawatt (MW) dengan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 53.977 MW, sehingga terdapat Cadangan Daya total sebesar 20.460 MW (68 persen). Pada hari berikutnya, BP nasional diproyeksikan sebesar 36.715 MW dengan DMP 57.166 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 20.451 MW (55,7 persen).

Yuliot menambahkan, berdasarkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, terjadi penurunan beban puncak dari hari-hari normal, sehingga diprediksi akan terdapat tambahan pasokan sekitar 9.754 MW. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga menjadi perhatian, khususnya di tempat jalur utama serta lokasi wisata.

"Kami juga memohonkan terhadap PLN untuk menyiapkan pasokan listrik selama periode siaga, dengan mengupayakan kecukupan daya pada pembangkit secara umum di status normal dari kapasitas pembangkit yang terbesar yang dimaksud beroperasi," kata Yuliot.

Kemudian, untuk mitigasi bencana geologi, Kementerian ESDM telah lama memetakan kondisi gunung api sesuai dengan levelnya. Terdapat 3 gunung api pada kondisi level III (Siaga) yaitu Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, G. Ibu, juga G. Merapi. Serta 22 gunung api pada level II (Waspada), dan juga 43 gunung api pada Level I (Normal).

 

Related Articles

Back to top button