Tersangka Korupsi Pertamina Punya Grup WA Orang Senang-senang, Ini adalah Respons Jaksa Agung

JAKARTA – Beredar informasi adanya group WhatsApp yang mana diduga milik para dituduh dugaan korupsi minyak mentah juga komoditas kilang pada PT Pertamina yang digunakan diberi nama “Orang senang-senang”.
Merespons hal itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku berada dalam di tempat dalami oleh pihaknya. Burhanuddin menegaskan, sejak berada di tempat tahanan, para terdakwa tidaklah diperbolehkan menggunakan ponsel.
“Tentang grup WA, kita lagi dalami. Karena di tempat tahanan bukan boleh mengakibatkan alat komunikasi. Kalau ada, berarti anak saya kurang ajar, saya akan tindak, kalau ada. Kita dalami,” kata Burhanuddin, Rabu (12/3/2025).
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengatakan, baru mendengar kemunculan grup WhatsApp yang dimaksud dari pemberitaan publik.
Pihaknya belum mengetahui isi obrolan dari grup tersebut. Hari menegaskan akan mendalami terlebih dulu ada atau tak sebenarnya grup tersebut.
“Kita juga kan mendengar ini pada publik, di tempat media. Di cari apakah ada grup itu atau tidak. Bahwa kita mendengar juga di tempat publik, di dalam media. Nah makanya, ini benar nggak ya? Kan gitu,” ungkapnya.
Harli juga menegaskan para dituduh setelahnya diadakan penangkapan tiada ada yang mengakibatkan alat komunikasi. Harli menuturkan, Kejaksaan berazam akan menindak tegas apabila hal yang dimaksud terbukti benar adanya.
“Tapi kalau setelahnya merekan ditahan, itu bisa saja kami pastikan itu tidaklah ada. Kita ikuti tadi pernyataan beliau (Jaksa Agung), kalau memang sebenarnya itu ada sewaktu merek sudah ada ditahan, ya, kita tegas. Sekarang kan kalian lihat, mana ada jaksa yang digunakan nakal, sedangkan jaksa belaka ada yang dimaksud kita pidanakan kok. Itu komitmen,” tegas dia.






