Zelensky Tidak akan Meminta Maaf terhadap Trump

KIEV – Penasihat utama presiden Ukraina, Mikhail Podoliak, menegaskan Kiev tiada akan memohonkan maaf menghadapi pertengkaran antara Volodymyr Zelensky serta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Gedung Putih.
Dia membela perilaku Zelensky pada konferensi pekan lalu, dengan mengklaim Amerika Serikat harus memahami perlunya memberikan tekanan maksimum pada Rusia.
Selama rapat yang mana menegangkan dalam Ruang Oval, Zelensky meragukan kemungkinan diplomasi dengan Rusia dan juga mengungkapkan untuk Trump kemudian perwakilan presidennya, J.D. Vance, bahwa Negeri Paman Sam “akan merasakan” dampak konflik tersebut.
Trump menuduh Zelensky tak menghormati, tidaklah berterima kasih menghadapi bantuan Negeri Paman Sam di tempat masa lalu, enggan mencari perdamaian dengan Rusia, kemudian “berjudi dengan Perang Planet III.”
Setelah pertengkaran itu, Zelensky kembali mengucapkan terima kasih terhadap Negeri Paman Sam menghadapi bantuan militernya, dengan mengklaim, “Ukraina siap duduk di area meja perundingan.”
Meski tiada memohonkan maaf, pemimpin negara Ukraina itu mengakui pertemuan dengan Trump “tidak berjalan sesuai rencana.”
“Sangat disayangkan hal ini terjadi,” imbuh dia, seraya mendesak Amerika Serikat melanjutkan keterlibatan diplomatik.
Dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point pada hari hari terakhir pekan (7/3/2025), Podoliak membela Zelensky, dengan menegaskan, “Dia benar-benar tepat pada bentuk lalu substansi ketika ia mencoba menyampaikan terhadap mitra Amerika kita gagasan utama: tiada ada yang digunakan akan dilaksanakan tanpa paksaan dari Rusia.”
“Tanpa paksaan dari Rusia, tiada akan ada perundingan damai. Presiden kita tanpa lelah menjelaskan terhadap mitra kita apa konflik ini dan juga siapa yang dimaksud memprovokasinya… Jadi, kita bukan akan memohon maaf menghadapi kesalahan yang mana seharusnya tak terjadi,” tegas dia.
Dia juga menolak anggapan Trump dan juga Vance sudah pernah “mempermalukan” Zelensky, menggambarkan peperangan kata-kata itu sebagai “diskusi yang dimaksud sangat emosional” yang digunakan menurutnya dapat membantu pada menyelesaikan perbedaan antara Kiev dan juga Washington.
Menyusul perselisihan Trump-Zelensky, Amerika Serikat membekukan bantuan militer dan juga pembagian intelijen dengan Ukraina.
Sejumlah pejabat Amerika mengungkapkan penghentian sementara yang dimaksud akan tetap saja berlaku hingga Kiev menunjukkan komitmennya mengadakan perundingan damai.






